I'm Dreamworker I'm Gamelofter


Gameloft's building. (source : self documentation)
Gedung warna-warni itu masih tampak megah setiap kali kulewati dengan motor bututku. Tahun-tahun berlalu dan bangunan itu tidak ada yang berubah sama sekali. Aku mencoba mengingat kembali kejadian tahun lalu ketika aku mulai mendaftarkan diri untuk mengikuti Tes Kerja di gedung ini.
Hari itu, hari yang cerah dibulan Desember 2016. Jantungku berdegup dengan kencangnya, kunaiki motorku dan segera masuk mencari tempat parkir di gedung warna-warni ini. Aku tidak berani untuk turun dari motor bututku. Aku sangat tidak percaya diri, mentalku belum siap. Maklum seorang sepertiku dengan IPK yang seperti ini saja sudah sulit buatku cari kerja diantara ribuan pengangguran di Yogyakarta ; yang jualan nilai empat koma nol buat masuk kerja. Aku juga tidak yakin tentang cita-cita, mau bilang dokter atau panglima tni, takut ketinggian. Terkadang aku frustasi juga, badan gendut, kulit hitam dan rambut yang keriting adalah sebuah kombinasi yang payah.

Aku mencoba mengingat kembali saat masa-masa beberapa tahun silam, tepatnya saat aku masih menjadi seorang mahasiswa, aku lebih sering menjadi seorang Juggernaut demi pacaran dengan seorang Crystal Maiden dan dengan teman-temannya dari pada dengan pacarku sendiri. Uang jajan pemberian Emak tiap bulannya selalu kuhabiskan untuk pergi ke sebuah Warung Internet (Warnet) untuk sekedar main bersama teman-teman ; bahkan sampai kugunakan uang tersebut untuk mengikuti Turnamen Game Online. Tak pernah terbayangkan dalam pikiranku, “Besok aku makan apa ya?” setiap aku akan menggunakan uang tersebut untuk segala kepentingan tentang Game Online. “Mau jadi apa kamu besok nak?”
***


Gameloft Lobby. (source : self documentation) 
Sebelum turun dari motorku, aku mencoba melihat dari spion kanan motorku. Aku pandangi tiap lekuk wajah yang mulai kusam ini. Kumisku yang menjalar “liar” layaknya rumput dan ilalang yang tidak pernah terurus. Jenggotku yang mulai berkeliaran serta rambut keritingku yang mengembang seperti seekor singa yang telah bersiap-siap untuk menerkam mangsanya.
Haha.. Ganteng seperti biasa bruhh! Okelah, Bissmillah” gumamku.
Aku turun dari motor, dengan langkah agak ragu aku datangi tempat itu. Kemeja sudah rapi sampai tiga kali kusetrika dan tak lupa Pomade bekas pembelian mantan yang selalu kuletakan di dalam bagasi motor bututku. Sebelumnya, Emak sudah kutelpon dan minta restu agar anak kesayanganya ini dimudahkan dalam Interview kali ini. Aku berjalan menuju sebuah pintu bertuliskan “Welcome to Gameloft Indonesia”. Aku masuk ke sebuah ruangan lobby yang agak luas, dihiasi dengan corak dinding warna kuning dan beberapa ada yang berwarna-warni juga. Seorang Perempuan-tidak jauh beda denganku- menyapaku “ada yang bisa saya bantu Mas?”. Perempuan itu mempersilahkanku untuk duduk di ruang tunggu lobby dan memintaku untuk menunggu namaku dipanggil oleh salah satu HR Recruitment.
20 menit berlalu, namaku dipanggil. Aku masuk ke dalam ruangan petak persegi berukuran 3x3m dengan meja, kursi hingga dinding full berwarna biru. Pria itu memperkenalkan diri, Chandra Oktavianto namanya. “Kenapa mau kerja di perusahaan Game Mas? Apa orang tua setuju dan sudah mengizinkan?” pertanyaan pertama yang cukup mematikan dari Mas Chandra Oktavianto
“Ingin memberi bukti Mas ke orang-orang sekitar saya, bahwa mainan saya selama ini bisa jadi duit Mas!” Jawabku penuh percaya diri, walaupun di dalam hati merasa sedikit sangsi. Apa aku bisa buktikan kepada Emak dirumah, bahwa mainanku bukan hanya bisa membuat anaknya sakit, miskin di akhir bulan, dah bahkan sampai diputusin Pacar. Perbincangan berjalan lancar, semoga dengan segala usahaku dan bantuan doa dari Emak, aku bisa diterima. Amin.
Awal Januari 2017, ku awali tahun dengan resolusi hidupku yang kutulis dengan capslock jebol di dinding kamar. Satu, KURUS. Dua, DITERIMA KERJA. Dua hal itu sepertinya hal yang jika terwujud berbarengan, sudah pasti aku akan dapat tumpeng nasi kuning lengkap dengan ayam suwir, sambel goreng dan kawan-kawannya, sebagai tanda syukur Emak. Dan Februari 2017 aku dinyatakan lolos.
Mak, aku diterima kerja!” Ingin rasanya berlari keliling kompleks Perumahan dengan teriak lantang, tapi kuurungkan niatku, karena hal itu akan sangat memalukan. Aku menangis terharu, sujud syukur dan ucapan terima kasih kuhaturkan kepada Emak dan Sang Pemberi Hidup.
***
Aku telah resmi menjadi bagian dari Gameloft Family. Satu, dua.. bulan berlalu dan 2018 pun datang. Waktu berjalan begitu cepat berlalu, setahun sudah pikirku. Maret 2018, pagi itu aku berangkat agak terlambat. Badan dan pikiran agak kurang fit. Aku duduk dan mulai menyalakan PC di workstation ku. Ada pemberitahuan sebuah email masuk dari Lead ku, Mas Mezario. “Asikmen hari ini lurs, Aditya Kurniawan, PIC Device.” Tulisan itu kubaca berulang-ulang masih agak kurang percaya dan kaget. Aku masih newbie, dan Mas Mezario mempercayakan aku menjadi PIC Device untuk pertama kali dalam project besar Real Football 2019. Aku tersenyum, “Akhirnya.. aku mendapatkan sebuah kepercayaan”. Bukan merupakan hal yang mudah mengkoordinir semua device yang jumlahnya lebih 64 device, mengatur penggunaannya dan meyediakan device untuk satu team, serta harus bertanggung jawab penuh terhadap device tersebut. Dalam hati kecil ini, aku tidak ingin mengecewakan orang yang sudah memberiku kepercayaan. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas ini. Alhamdulillah, hasil evaluasi tiap semester cukup memuaskan dan aku berhasil menjalankan tugas ini dengan baik selama 6 bulan. Tidak hanya itu, setelah itu Lead ku masih mempercayakan next project “Virtual Tennis” dan “Crazy Taxi” kepadaku sebagai PIC Device lagi sampai sekarang.

Me and My Team (source : self documentation)
***
Kehidupan di Gameloft tidak hanya sekedar kerja dan kerja. Gameloft punya acara yang sangat menyenangkan bagi para pegawainya. Salah satunya adalah JOG-MUSIC. Salah satu club hobi yang berhubungan dengan para pegawai yang suka bermain musik. Kegiatan ini mengingatkan masa-masa SMA dan Kuliah ku. Dimana aku melarikan diri saat pelajaran mulai terasa membosankan dan memilih dengan bermain Gitar/Keyboard di ruang musik. Tidak hanya JOG MUSIC, di Gameloft juga terdapat banyak club hobi yang ditujukan bagi para pegawainya untuk sekedar melepaskan penat setekah berkerja seharian. Ada JOG-Motor, JOG-Fishing, JOG-DOTA, JOG-Movie, JOG-Fitness, JOG-Futsal, JOG-Console, JOG-Toys dan lain-lain.
2018 merupakan tahun yang menakjubkan bagiku. Tahun ini merupakan tahun pertamaku mengikuti kegiatan acara rutin tahunan dari JOG-Music. Nama acara tersebut adalah Battle of The Band (BoTB). Acara ini diadakan dalam setahun 3 kali setiap 3 bulan sekali. Aku dan teman-teman kantor membuat sebuah band yang terdiri dari 7 personil yang beranggotakan Eno, Austa, Pandam, Feri, Arif, Idham dan aku sendiri, kita sepakat memberi nama band tersebut “Cuma Temenan atau bisa disingkat CTM”. Namun aku dan teman-teman band ku hanya mengikuti 2 kali BoTB karena di BoTB ketiga beberapa teman kami berhalangan untuk hadir, sehingga dengan sangat terpaksa “Cuma Temenan” absen di BoTB Ketiga. “Cuma Temenan” hanya 2 kali mengikuti acara tersebut dan belum pernah merasakan kemenangan, namun disini aku dan teman-temanku merasa sangat puas dan menikmati kebersamaan kami.

Me and My Band "Cuma Temenan" (source : self documentation)
Selain JOG-Music, aku ikut serta dalam anggota JOG-DOTA. JOG-DOTA adalah sebuah club hobi yang ditujukan untuk para pegawai yang gemar bermain game Defend of The Ancient (Dota). Komunitas ini cukup dibilang komunitas yang memiliki anggota banyak. Tahun ini juga merupakan tahun pertamaku mengikuti Mini Turnament yang diselenggarakan oleh JOG-DOTA. Aku dan teman-temanku di kelompokkan secara acak dan dibentuk dalam sebuah tim random yang sebelumnya sama sekali kami tidak kenal. Disini lah inti dari permainan game DOTA itu sendiri. Dari yang sebelumnya tidak saling mengenal, disatukan kedalam suatu tim dan berkerja sama saling memahami antar player, untuk meraih sebuah kemenangan tim. Alhamdulillah, Tim ku, “Usaha Berdikari” berhasil menyabet Juara 3. Meskipun belum berhasil mendapatkan Juara 1, namun aku dan teman-teman merasa senang dan menikmati kebersamaan dalam bermain.
Memiliki banyak teman-teman baru untuk share pengalaman tentang hal-hal yang kita sukai, orang-orang istimewa yang membawa selera dan keberagamannya masing-masing, serta suasana kekeluargaan yang menghangatkan merupakan hal yang sangat luar biasa dan selalu ku syukuri berada di lingkungan ini.

My Dota team, "Usaha Berdikari" (source : self documentation)

Setiap manusia mempunyai sifat tidak pernah merasa puas. Kadang rasa iri dan tidak puas menghampiri ketika melihat teman-teman semasa kuliah atau disekitar, memiliki banyak digit gaji untuk disombongkan, punya kemeja dan sepatu mengkilat. Namun aku menyadari satu hal. Inilah Aku, Aku ya aku, aku masih berlari dijalanku sendiri, aku sekarang sedang bekerja dengan hobiku, aku suka celana kolor dan sendal jepitku, aku suka tertawa lepas dengan teman-teman baruku, dan aku nyaman ditempatku berkerja sekarang.

Dunia itu warna-warni. Begitupun hidup juga penuh dengan warna-warni. Jadi itulah mengapa Gameloft identik dengan banyak warna dan karakter game yang ceria. Ya, seperti halnya Gameloft, aku hanya ingin jadi merah, kadang hijau, kadang kuning diantara banyak warna yang monoton di dunia ini, karena ternyata bekerja untuk sesuatu yang kita cintai itu seperti bekerja dengan hati. So, I will always “proud to be gamelofter”. Thank you Amazing 2018 ; Thank you Gameloft Indonesia.

Komentar